OBATGeneric

OBATGeneric adalah blog yang berisi informasi obat, artikel kesehatan sekitar ulasan seputar obat dan artikel umum,

Friday, 7 April 2017

12 Suplemen Yang Penting untuk Penderita Diabetes Mellitus

Banyak di antara para penderita diabetes tipe 2 mengalami kekurangan mineral dan vitamin larut air. Pasalnya, kadar glukosa yang tinggi dalam darah dapat menahan cairan sehingga volume air di ginjal meningkat dan tidak bisa diserap ulang. Penderita diabetes juga cenderung buang air kecil lebih sering sehingga vitamin dan mineral banyak terbuang.

Karena itulah pasien harus pintar-pintar memenuhi kebutuhan vitamin dan mineralnya dengan menerapkan diet sehat setiap hari. Meski demikian, ada kalanya kebutuhan tersebut masih belum terpenuhi. Kekurangan ini dapat Anda penuhi lewat suplemen tambahan. Beberapa suplemen juga dapat membantu tubuh memaksimalkan penggunaan insulin sehingga kadar gula darah tetap terkontrol.

Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa suplemen ini hanya bersifat pelengkap, bukan pengganti perawatan diabetes. Sangat penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen, termasuk herbal.

Pasalnya, setiap orang memiliki kebutuhan jenis dan dosis berbeda. Obat herbal yang selama ini kerap dianggap aman dan tanpa efek samping pun sebenarnya memiliki efek kuat dalam tubuh. Suplemen ini juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi dan menimbulkan reaksi tertentu.

Suplemen (vitamin dan mineral) penting untuk diabetes

Berikut ini merupakan 12 suplemen terbaik yang sering dibutuhkan para penderita diabetes. Perlu diingat baha dosis yang disarankan mungkin berbeda dengan kebutuhan harian setiap orang:

Vitamin B-kompleks
Vitamin B6 dan B12 dapat membantu mengatasi neuropati atau kerusakan saraf akibat komplikasi diabetes kronis. Biotin, vitamin B-kompleks lainnya, diperlukan dalam proses metabolisme dan pertumbuhan. Biotin juga digunakan untuk pembentukan dan pemanfaatan protein, lemak, dan karbohidrat. Dosis yang disarankan adalah 75 mg vitamin B6, 150 mkg B12, dan 300 mkg biotin per hari.

Vitamin C
Vitamin C membantu menurunkan kadar sorbitol atau gula terakumulasi yang merusak sel-sel mata, ginjal, dan saraf. Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan dan melindungi pembuluh darah kapiler dari kerusakan yang rentan terjadi pada penderita diabetes. Dosis yang disarankan yaitu 1000 mg vitamin C per hari.

Vitamin D
Vitamin D dapat mengaktifkan gen yang mempercepat produksi cathelicidin, peptida antimikroba yang mampu menghancurkan virus, bakteri, dan kuman lain. Karena penderita diabetes lebih rentan terkena infeksi akibat ulkus diabetik dan penyakit periodontal (gusi), pastikan tubuh Anda mendapatkan vitamin larut lemak dalam jumlah optimal, setidaknya sebesar 2 ribu IU vitamin D (dalam bentuk cholecalciferol atau D3) setiap hari.

Vitamin E
Vitamin E merupakan antioksidan larut lemak utama dalam tubuh. Vitamin ini membantu mengontrol kadar glukosa darah serta melindungi pembuluh darah dan saraf dari radikal bebas yang dapat memperparah diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin E dosis tinggi diperkirakan dapat memperbaiki neuropati diabetes serta melindungi dari katarak dan aterosklerosis.

Oleh karena itu, direkomendasikan agar semua orang termasuk yang masih sehat, mengonsumsi setidaknya 300 IU vitamin E setiap hari. Namun, pastikan Anda memilih vitamin E alami. Cirinya, vitamin ini ditulis sebagai d-alpha-tocopherol atau d-alpha tocopheryl. Sedangkan vitamin E sintesis biasa ditulis sebagai dl-alpha-tocopherol atau dl-alpha-tocopheryl.

Alpha-Lipoic Acid (ALA)
ALA merupakan substansi mirip vitamin yang termasuk salah satu antioksidan. ALA berfungsi melindungi sel dari kerusakan karena radikal bebas, membantu transport glukosa ke dalam sel, mengurangi rasa sakit pada saraf, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Dosis yang disarankan adalah 600 hingga 800 mg per hari.

Magnesium
Defisiensi magnesium cukup umum ditemui pada penderita diabetes. Magnesium sendiri merupakan mineral yang sangat penting dalam produksi energi dan sintesis protein, replikasi sel, serta produksi DNA. Magnesium juga dapat mengurangi resistensi insulin dan mengontrol kadar gula darah tetap normal. Dosis yang direkomendasikan yaitu 500 hingga 1000 mg magnesium setiap harinya.

Vanadium
Vanadium (atau vanadyl sulfate) bekerja dengan meniru insulin dalam tubuh dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Vanadium juga diyakini sangat penting dalam pencegahan dan perawatan diabetes. Meski demikian, mineral ini hanya diperlukan dalam jumlah kecil oleh tubuh. Dosis yang dianjurkan adalah 100 mg per hari.

Kromium
Kromium merupakan mineral yang diperlukan dalam jumlah kecil oleh tubuh. Namun, mineral ini sangat penting untuk mengoptimalkan kerja insulin serta membantu memindahkan glukosa dan nutrisi lain ke dalam sel. Kromium tidak membuat tubuh memproduksi lebih banyak insulin, melainkan hanya memperbaiki kinerjanya.

Sedikitnya ada 15 percobaan yang menunjukkan bahwa kromium dapat meningkatkan metabolisme glukosa pada penderita diabetes, resistensi insulin, dan abnormalitas gula darah lainnya. Dosis yang dianjurkan sebesar 200 mkg per hari.

Berberin
Berberin adalah alkaloid dari tumbuhan yang bekerja mengaktifkan AMP-activated protein kinase (AMPK). AMPK sendiri merupakan regulator dasar pada metabolisme yang ada di seluruh hewan dan tumbuhan. AMPK berfungsi menstimulasi pelepasan glukosa ke dalam sel, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi produksi glukosa pada liver yang sering berlebihan pada penderita diabetes. Dosis yang dianjurkan sebesar 1500 mg berberin per hari.

Krokot
 Mudah dijumpai di Indonesia, krokot (Portulaca oleracea) memiliki manfaat kesehatan bagi para penderita diabetes, yakni dapat mengatur gula darah. Ekstrak krokot diyakini dapat meningkatkan sensitivitas insulin, meningkatkan pelepasan glukosa pada sel, dan memperlambat perpindahan glukosa dari usus besar ke darah. Dosis yang dianjurkan sebesar 180 mg krokot per hari.

Gymnema Sylvestre
Gymnema sylvestre merupakan tanaman obat yang tumbuh secara merambat di hutan-hutan India. Ekstrak daun tanaman ini mengandung asam gymnemic yang dapat memperlambat transport glukosa dari usus besar ke aliran darah sehingga kadar gula darah tetap normal. Dosis yang dianjurkan sebesar 200 mg Gymnema sylvestre per hari.
Bungur
Ekstrak daun bungur (Lagestroemia speciosa) mengandung asam kolosolik yang mampu mempercepat transport glukosa ke dalam sel sehingga kadar gula darah tetap terkontrol. Dosis yang disarankan sebesar 3 mg ekstrak daun bungur per hari.
Demikian ulasan 12 Suplemen Yang Penting untuk Penderita Diabetes Mellitus yang ditulis oleh dr. Andrian Purwo Sulistyo 

12 Suplemen Yang Penting untuk Penderita Diabetes Mellitus

0 Komentar 12 Suplemen Yang Penting untuk Penderita Diabetes Mellitus

Post a Comment

Back To Top