Paclitaxel - Silahkan baca leaflet ini dengan seksama
sebelum Anda mulai untuk menggunakan Paclitaxel. Simpan leaflet ini jika sedang
tidak diperlukan. Anda mungkin perlu membaca lagi saat dibutuhkan. Jika Anda
memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan tanyakan kepada dokter atau apoteker
Anda.
Paclitaxel telah diresepkan untuk Anda dan Anda tidak perlu
berbagi kepada orang lain. Karena dapat membahayakan mereka yang tidak sesuai
dengan rekoemdasi dokter, bahkan jika ada gejala yang sama seperti yang Anda
miliki.
Jika salah satu dari efek samping terjadi serius, atau jika
Anda melihat efek samping apapun tidak yang tercantum dalam leaflet Paclitaxel,
silakan beritahu dokter atau apoteker.
Paclitaxel memiliki efektivitas yang sebanding dengan
docetaxel tetapi terdapat perbedaan pada profil toksisitasnya. Pada paclitaxel,
toksisitas yang sering dijumpai adalah neuropati perifer sedangkan pada
docetaxel, toksisitas yang sering dijumpai adalah neutropenia.
Paclitaxel
Komposisi: Paclitaxel 30 mg/5 mL. dan Paclitaxel 100 mg/16,7 mL.
Paclitaxel tersedia dalam sediaan Cairan injeksi dalam vial. Paclitaxel diproduksi oleh PT. Kalbe , Anda juga dapat membaca leaflet Paclitaxel di website resmi PT Kalbe atau pada leaflet yang diberikan oleh Dokter atau Apoteker Anda.Farmakologi Paclitaxel
Kadar plasma bifasik, nonlinear, metabolisme di hati oleh cytochrome P450, ekskresi terutama nonrenal.
Paclitaxel bekerja bekerja dengan menginduksi pembentukan
mikrotubulus dan menghambat penguraiannya menjadi tubulin, sehingga sel akan
terhenti pada fase G2-M, dan terjadi hambatan proliferasi sel. Kemoterapi
golongan taxane juga bekerja menghambat ekspresi onkoprotein Bcl-2, di mana
perannya adalah sebagai protein anti-apoptosis. Oleh karena itu, dengan
hambatan Bcl-2 oleh taxane, maka akan memicu terjadinya apoptosis sel kanker.
Paclitaxel terutama bekerja pada sel yang sedang aktif
terjadi pembentukan dan penguraian mikrotubulus, atau sel yang sedang aktif
berproliferasi, seperti di sel kanker. Seperti halnya semua obat kemoterapi
secara umum yang terutama bekerja di sel yang sedang aktif membelah, maka efeknya
juga dapat mengenai sel tubuh normal yang aktif membelah, seperti sel
progenitor di sumsum tulang.
Indikasi Paclitaxel
Paclitaxel dapat digunakan antara lain untuk kanker
payudara, NSCLC, kanker ovarium, AIDS related sarkoma Kaposi, kanker kepala
& leher, kanker nasofaring, kanker serviks, kanker gaster.
Cara Menggunakan Paclitaxel
Paclitaxel diberikan dengan infus intravena selama 3 jam
(setiap 3 minggu) dan selama 1 jam (setiap minggu).
Apa Premedikasi yang diberikan pada PACLITAXEL dan mengapa
perlu premedikasi?, 30-60 menit sebelum pemberian paclitaxel diberikan
dexamethasone 20 mg IV, diphenhydramine 50 mg IV, dan cimetidine 300 mg IV atau
ranitidine 50 mg IV. Premedikasi diperlukan karena pelarut dalam paclitaxel
sering menimbulkan reaksi hipersensitivitas pada pasien.
Dosis maksimal: Rentang dosis paclitaxel yang diberikan
setiap 3 minggu yaitu 135-250 mg/m2. Secara umum, dosis yang diberikan adalah
175 mg/m2.
Secara umum, tidak dianjurkan skin test untuk pemberian
kemoterapi karena adanya potensi untuk merusak jaringan.
Paclitaxel dapat dilarutkan dengan larutan NaCl 0,9%,
dextrose 5%, dextrose 5% dalam RL, dan dextrose 5% dalam NaCl 0,9%. Wadah
pelarut dan infus set yang digunakan harus non-PVC.
Mengapa diperlukan infus set khusus untuk Paclitaxel? Karena
pelarut paclitaxel yaitu cremophor dapat melarutkan bahan plastik PVC atau
DEHP. Setelah dilarutkan, PACLITAXEL stabil sampai 40 jam pada suhu kamar.
Paclitaxel diinfuskan selama 3 jam jika pemberian setiap 3
minggu dan selama 1 jam jika pemberian setiap minggu.
Jika tempat tidur pasien berada di tepi jendela yang
memungkinkan sinar matahari masuk secara langsung, maka Paclitaxel perlu dibungkus untuk menghindari terpaan
sinar matahari.
Dosis Paclitaxel
175 mg/m2.
Kontraindikasi Paclitaxel
Neutropenia < 1.500/µL, trombositopenia < 100.000/µL, hipersensitif.
Peringatan dan Perhatian
- Hindari kontak dengan bahan PVC
- Perlu premedikasi
- Perlu pemantauan hematologi, kardiovaskuler, sistem saraf, fungsi hati.
- Belum dilakukan penelitian mengenai paclitaxel pada anak. Selain itu, keganasan yang diberikan paclitaxel kebanyakan dijumpai pada usia dewasa.
- Paclitaxel dapat diberikan pada pasien usia lanjut, tetapi toksisitas lebih sering dijumpai misalnya mielosupresi berat, neuropati, kejadian kardiovaskuler.
Paclitaxel tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan meyusui
dan Kategori kehamilan paclitaxel adalah
D.
adalah golongan obat yang menunjukkan adanya resiko bagi janin. Pada keadaan khusus obat ini digunakan jika manfaatnya kemungkinan lebih besar dibanding resikonya. Penggunaan obat golongan ini terutama untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa atau jika tidak ada obat lain yang lebih aman.
Perlu dilakukan modifikasi dosis pada pasien dengan gangguan
fungsi hati.
Penggunaan paclitaxel pada pasien dengan gangguan fungsi
ginjal belum diteliti. Toksisitas renal derajat III atau IV pernah dilaporkan
pada pasien sarkoma Kaposi. Selain itu, pasien dengan kanker ginekologi yang
mendapat paclitaxel-cisplatin memiliki peningkatan risiko terjadinya gagal
ginjal.
Efek Samping Paclitaxel
Efek Samping Paclitaxel
Mielosupresi, reaksi alergi, perubahan EKG, neuropati perifer, mialgia/artralgia, mual-muntah, diare, mukositis, alopesia, gangguan fungsi hati.
Efek samping dari paclitaxel yang sering dijumpai yaitu efek
samping hematologi, reaksi hipersensitif, artralgia/mialgia, neuropati perifer,
gangguan saluran cerna, alopesia, peningkatan enzim hati.
Interaksi Obat Paclitaxel
Paclitaxel diberikan terlebih dahulu kemudian diikuti cisplatin, karena jika cisplatin diberikan mendahului paclitaxel akan menurunkan bersihan paclitaxel sebesar 33%.
0 Komentar Paclitaxel, Indikasi, Cara Menggunakan, dan Efek Samping
Post a Comment